puisi KU

Diriku
Aku adalah manusia biasa
Aku adalah insan tak berdaya
Hidupku di dunia hanya sia-sia
Tapi salahkah aku untuk mencinta?
Kau telah merebut rasa itu
Kau telah membuat hatiku luluh
Kau segalanya di hidupku
Cintaku hanyalah untukmu

LiRik Lagu PeMbuNuh

Sejumlah lirik lagu mengisyaratkan pemberontakan bahkan ada yang mirip Siaran berita. Demam Napalm Death, Kreator, Megadeth, Suffocation, masih membekas disini. Ada beberapa soal yang dimunculkan sejumlah media cetak tentang group-group mancanegara ini, antara lain adalah soal lirik lagunya. Dibalik irama menggerinda dengan mengandalkan power dan speed,group-group cadas tadi menyuarakan soal politik, kemiskinan,perang,dan entah apalagi yang bias dilukiskan bagai sebuah siaran berita. Membanjirnya penonton karena dipersatukan dengan mimpi yang sama. Setidaknya bersatu karena tema lirik yang sejiwa. Opini itu tentu saja bisa disangkal,atau disetujui. Tapi disana tersembul pikiran bahwa sebuah lirik,sebetulnya ikut memberi andil pada ke Nikmatan pendengarnya. Prosesnya bisa panjang,karena liriknya ditulis dalam bahasa Inggris. Ada hambatan disana? Sebagian penikmat bermula lantaran ikut-ikutan temannya dan bercetus “musik ini bergengsi”. Terbius dan hanya menikmati musik hangar binger super keras, terus merambah ke group lain: Deicide, Dying Fetus, Cynic, Disincarnate, Broken Hope, Internal Bleeding, dan lain-lainnya.
Dan dari sanalah mereka baru menyelidiki lirik-liriknya Gara-gara lirik,ada yang tak menyukai musik beraliran grindcore. “Mereka banyak sekali menggunakan kata-kata kotor”katanya. “Aghatocles,biar musiknya keras tapi liriknya peduli pada kehidupan social.” Ada yang kemudian pada akhirnya lebih suka pada Nile dan Nightwish saja. Sebagian menganggap kemudahan memahami lirik itu tergantung dari kemahirannya Berbahasa Inggris. Soalnya akan berbeda jika yang dibicarakan ialah musik bercorak Ghotic Metal. Pada corak musik sebelumnya, ada kekentalan tema,soal pemberontakan atas situasi. Pada musik Ghotic Metal, disana ada yang namanya obral kecengengan cinta. Banyak juga yang lantas berminat. Ada yang suka dengan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupannya sendiri. Misalnya tentang jatuh cinta. Tak peduli pada lirik juga tak dilarang, cuek pada lirik. Selintas hanya tahu isinya soal seram-seram, maknanya tak mengerti. Secadas apapun liriknya, tak jadi soal, yang
penting iramanya. Kalau toh liriknya sadis, masih bisa menahan pengaruh yang mungkin timbul. Tentu saja bagi sang penulis lirik, ia akan sedih jika apa yang diutarakannya tak digubris.
Hendaknya antara musik dan lirik harus digarap seimbang. Jika salah satunya saja Yang bagus,akan tak seimbang. Lirik dalam lagu menyiratkan sarat pesan, pendek Ataupun panjang. Dikerjakan bisan ringan tanpa memikirkan arti, menyair saja, dari apa Yang dirasa, peristiwa nyata ataupun imajinasi. Proses penulisan lirik kadang mengalir saja seperti bikin surat atau buku harian. Dengan gambaran itu, sebuahn lirik sama bobotnya dengan lagunya. Ada bagian yang tak bisa tergantikan dengan kata, tapi dengan memakai bunyi. Penggemar musik remaja senderung menikmati melodinya dulu, ketimbang liriknya. Terutama untuk lagu berbahasa Inggris. Soalnya hanya 40% yang paham bahasa Inggris. Tapi pada dasarnya, lirik dan musik dalam sebuah lagu tak bisa dipisahkan. Namun kenyataannya, jika liriknya jelek tapim melodi bagus, ada kemungkinan bisa disukai. Musik itu makanan batin, dalam mendengarnya, perasaan lebih berperan disini. Jika remaja suka musik menghentak, itu sesuai jiwanya yang lagi meledak ledak, anti kemapanan dan suka berubah ubah. Berbeda dengan remaja di belahan bumi bagian barat sana, mereka lebih memiliki fanatisme, dan jauh lebih terbuka. Tentu karena tak punya hambatan dalam memahami lirik, bahkan musik itu sendiri dekat dengan sub budaya mereka. Mereka bisa menikmati dengan baik. Sedemikian baiknya sehingga mereka bisa kerasukan. Di Amerika ada sekitar 200 remaja mati karena lirik lagu metal itu begitu merasuk. Lirik lagu itu menyiratkan kepesimisan yang menganjurkan orang untuk bunuh diri, ketimbang menghadapi kehidupan yang maki kacau. Tapi menurut saya, remaja disini tak usah peduli dengan lirik lagu barat terutama: black metal,gore grind,porn grind dan death metal. Sebab sub budaya kita berbeda dengan di barat. Dari pada nanti malah ikut bunuh diri segala. (Adrin Nugraha)

ArtIkel Band TersadiS

“gw hanya minta sekeping surga yang selama ini kamu miliki. hanya sekeping saja. diantara jutaan keping yang sudah lo miliki hingga saat ini. penebusannya adalah lo boleh miliki gwa hingga waktu yang tak terbatas. walaupun untuk bisa seperti itu semua tabungan keberanian gwa habis gwa gadaikan didepan lo.”

sepenggal kalimat ruh pada raga

Buku ini merupakan cetakan ke dua Kumpulan Cerita Pendek Addy Gembel Tiga Angka Enam. Sebelumnya, cetakan pertama terbit tanggal 14 Agustus 2005 oleh Minor Books. Sebuah balai penerbitan independent milik Iman Rahman yang biasa disebut Kimung. Dengan begitu tingginya permintaan khalayak terhadap buku ini, Minor Books, bekerja sama dengan Omuniuum dan Balatin Pratama, menerbitkan kembali buku ini. Ada perubahan desain sampul di cetakan ke dua ini. Grafis sampul cetakan ke dua digarap oleh Danive dan diset ulang oleh Kimung. Di cetakan pertama Asmo yang mengarap desain sampul. Cetakan pertama buku ini pernah menghebohkan di dunia literasi indie tanah air , lewat gaya Sayaan dalam cerpen yang merupakan hulu sekaligus muara lirik-lirik lagu yang diciptakan Addy Gembel bersama Forgotten, band death metalnya. Katakanlah ini merupakan lahan eksplorasi Addy Gembel dalam menggambarkan detil yang tidak dapat digoreskan lewat media musik. Atau, inilah proses kreatif Addy Gembel yang begitu menggurita dalam mencipta musik dan sastra. Apapun itu, cerita-cerita pendek Addy Gembel dan musik Forgotten adalah dua sisi kepeng uang yang senantiasa saling melengkapi. Ilustrasi dan soundtracknya.

Addy Gembel lahir di Bandung pada 23 Oktober 1977. Nama aslinya Addy Handy Mohamad Hamdan. Addy—atau Gembel, begitulah ia akrab disapa—tumbuh dan besar di komunitas musik metal Ujungberung Rebels. Di kota kecamatan dengan jalanan pojok tertimur Kota Bandung inilah Addy mengasah kepekaannya dalam memandang dan menyikapi pelbagai kondisi sosial budaya yang merebak baik dalam skup lokal maupun global. Bersama band cadasnya, Forgotten, Addy dengan garang dan tanpa tedeng aling-aling menuding dan menggugat berbagai sistem kemapanan, baik yang kasat mata dan terasa maupun yang abstrak memabukkan. Sejak 1999, Addy dan Forgotten telah merilis empat buah album, yaitu Future Syndrome, Tuhan Telah Mati, Obsesi Mati, dan Tiga Angka Enam. Tiga buah cerpennya–”Republik Bintang Tengkorak”,” Modenisme…Itulah Ibuku!”, dan “Kegelapan, Kesunyian itu Bernyawa” pertama kali diterbitkan Hitheroad Publishing dalam antologi cerpen dan puisi Perlahan Dalam (2004) bersama empat Penulis Bandung lainnya. Salah satu dari cerpen tersebut yang berjudul Modernisme .. itulah Ibuku ! dilampirkan juga dalam buku ini.

Saya mengenal pribadi Addy Gembel sebagai pribadi yang santun namun memiliki pendirian keras dalam kesehariannya, dan Saya memiliki perhatian lebih dari rilisan album Forgotten semenjak album Future Syndrome , karena disini Addy seperti memiliki ruang dan dunia sendiri sebagai proses ekspresi kreatif pembuatan lirik pada lagu lagu Forgotten dan Addy pun mengakui bahwa menulis adalah sebuah media pembebas yang imajinatif yang tertuang dalam cerpen miliknya. Sehingga suatu saat saya membaca Cerpen Modernisme…Itulah Ibuku! yang pernah dimuat dalam antologi cerpen dan puisi Perlahan . Cerpen ini saya nilai sangat berat dan memiliki muatan kritik sosial tinggi. Satu alinea yang normatif dan bisa saya kutip:

Ada kesunyian yang terselip di hati.

Melayang laying dalam dimensi ketidakpastian.

Semua berwarna hijau dan tanpa ekspresi.

Tanpa rasa, tanpa bau.

Stagnan

Cerita di cerpen ini tak lepas dari seeseorang imaginative bernama Kleptosickcyco yang menurut paparan Adi berumur tiga ratus tahun dan dilahirkan dari ibu yang bernama Modernisme. Di dalam cerpen ini juga Addy secara gambling menuliskan setan setan yang nyata menghantui kehidupan sehari hari , Addy menyebut setan pertama bernama Konsumtivisme, mengenakan topeng yang terbuat dari bahan sobekan uang kertas, kartu kredit dan uang logam. Lalu setan berikutnya adalah Kapitalisme, Pembangunan, Sistem,Feodalisme. Jenis jenis setan yang lain ditulis dengan deskripsi yang unik dan tak jauh dengan deskripsi apa yang ada pada kenyataan yang kita hadapi selama ini. Buku ini sebenarnya terdiri dari tiga buah cerpen, yaitu Enam yang pertama, Tuhan Telah Mati, Enam yang kedua berjudul Sayap Hitam dan ditutup oleh enam ketiga, Tiga Angka Enam. Saya sarankan tanggalkan subjektifitas dan perspektif sempit sebelum anda menyimak cerpen dengan nuansa sarkasme cukup tinggi ini,

Buku ini dibuka oleh cerpen unik berjudul Tuhan Telah Mati, yang menceritakan sebuah negeri dengan cuaca sangat panas dan oksigen adalah sebuah komoditas industri yang diperjual belikan. Negeri ini memiliki penduduk berupa makhluk berkepala burung gagak dan berlanjut dengan deskripsi bahwa makhluk tersebut memiliki misi membunuh Tuhan dan membuang bangkainya dalam dimensi keterasingan umat manusia . Disini para makhluk itu berpikir bahwa Tuhan adalah sebuah entuk metafisik yang sifatnya fiktif dan hanya berada dalam pola pikir dan dunia maya saja. Bagaimana proses makhluk berkepala gagak itu dalam merencanakan dan merealisasikan kampanye nya ke dunia manusia sekarang ini ? Anda dapat mengetahui jawaban nya bila anda membaca cerpen pertama ini.

Cerpen kedua, atau tepatnya Enam kedua, bertajuk Sayap Hitam. Yang saya nilai cerpen yang paling cerdas dalam buku ini. Saya membutuhkan waktu cukup lama untuk meretas ide dan maksud Addy menulis Sayap Hitam, ada kalanya saya menyimak kembali cerpen lama beliau, Republik bintang Tengkorak namun tak kunjung menemukan korelasi yang tepat di antara keduanya. Cerpen ini seakan mengiring pembaca untuk menemukan batasan semu antara realitas dan imajinasi menuju paham kehidupan setelah kematian. Cerpen berat ini terbagi menjadi beberapa bab, dibuka oleh Sunrise Kaliber 9mm berlanjut pada bab Ada Perang di Luar Sana yang banyak bercerita tentang perang mencari ‘kebenaran’ dan menutupi dosa dengan ‘kebenaran’ karena sesungguhnya ‘kebenaran’ bisa dibeli dengan sesuatu yang bernama uang.

Bab berikutnya lebih cenderung ber cerita tentang dimensi standarisasi ‘kebenaran’ yang memang telah terbentuk melalui proses pembenaran, selama kurun waktu tertentu, bab ini diberi nama mata masa lalu.Akhirnya cerpen ini ditutup dengan bab Jangan cari aku di surga bab yang secara lugas bercerita ketidakpuasan penulis kepada system yang ada mengenai legalitas,keabsahan dan segala sesuatu yang menggiring terbentuknya opini public,sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang mudah lupa.

Bagian terakhir dari kumpulan cerpen ini, berjudul Tiga Angka Enam, yang bertutur mengenai pasangan ruh dan raga. Ruh yang digambarkan sebagai wanita muda berumur dua puluh tiga tahun, agak tomboy dengan rambut cepak. Sedangkan raga dituturkan sebagai seorang pria muda yang mencari jati diri . Pasangan ini diceritakan secara sederhana oleh penulis tengah mencari surga dan neraka, Pesan yang ingin diberikan oleh penulis pada pembaca pada cerpen ini tampak jelas secara eksplisit bahwa surga dan neraka itu benar adanya, dan pilihan ada di tangan kita untuk menggapai surga atau masuk terjerumus ke dalam neraka .

Sebagai penutup, saya menilai bahwa membaca buku ini secara keseluruhan tidak bisa hanya sekali saja. Terlepas dari cara penuturan Addy Gembel yang memikat dalam cerita-cerita pendeknya, apresiasi terhadap buku ini membutuhkan pemaknaan berkali-kali atas apa yang coba diungkapkan Addy Gembel lewat ide ide kreatif yang meluncur deras dalam cerita pendek nan ‘panjang’ dalam buku ini.

Cerita dalam bukku ini mungkin hanya ilustrasi dari kehidupan namun dituturkan dengan gaya bahasa yang cukup sarkasme . Gaya bahasa itu juga terdapat pada lirik lagu lagu band Forgotten sebagai media ekspresi dan deskripsi lain milik Addy Gembel. Namun hal itu tak lepas adalah kerangka pematangan ide yang kreatif dan imajinatif dalam mengungkapkan fakta dan realita. (supriyanto)

PuisI N lIrik LagU CipTaaN ku

Slamat Tinggal Kekasih
Liric By: Prima
Tahukah engkau wahai cinta
Sudah lama terpendam rasa ini
Jauh di dalam hati ku
Slalu ada cinta untukmu
Pernah ku coba ungkapkan semua
Tapi engkau tak ada rasa
Ku kan mencoba
Dan kan terus berusaha
Reff : slamat tinggal wahai cinta
Ku kan slalu mengenangmu
Sampai akhir hayat ku
Ku kan setia padamu
Sekarang ku tlah pergi darimu
Hanya saja masih ada
Perasaan yang tertinggal
Dalam hati ini untuk meraihmu
Come back to Reff
Interlude Reff ending

BanD rOcK N rOll DuniA By prIme BoIe

LiNk T-4

ThE T-4

Tielman Brothers, beken dengan musiknya yg disebut sebagai ‘Indo-Rock’ di seantero Eropa pada masa 40-an hingga akhir 80an.

Musiknya sendiri sangatlah Rock n Roll jauh sebelum Beatles, sementara Andy Tielman sang lead vocal sendiri memainkan gitarnya bak Jimi Hendrix jauh sebelum Jimi sendiri beken.
Sayang, seperti hasil2 budaya anak negeri lainnya tak satupun berita soal ini dipromosikan oleh Indonesia.

Mungkin nanti, tunggu tetangge ngakuin kalo Indo-Rock itu musik mereka barulah kita mau ngakuin dan kebakaran jenggot.

Berikut saya cantumkan artikel tentang IndoRock yg juga bisa dibaca disini, sini maupun sini.

—– The Tielman Brothers: The Beatles pun Nonton Band Rock Indonesia —–

Siapa bilang musisi indonesia tak bisa menjadi pelopor dalam dunia musik tingkat internasional? The Tielman Brothers adalah jawabannya. band rock lawas asal Maluku yang kini mulai terlupakan itu, ternyata mempunyai segudang prestasi dan berpengaruh pada kehidupan musik di Eropa terutama di Belanda. siapa bakal menjadi The Tielman Brothers berikutnya?

Para rockmania Indonesia saat ini tentunya sedang membicarakan tentang kesuksesan band luar negeri dan terpesona olehnya. Sebut saja Metallica, Slipknot, Dragon Force, Korn dan lain sebagainya. Siapa yang tak kenal mereka akan dianggap kurang mengerti atau kurang gaul dalam informasi musik saat ini. Dan kalau berbicara tentang siapa bintang dan band rock tertua di dunia, dalam benak kita pasti membayangkan The Beatles, The Rolling Stones atau Elvis, Fats Domino, Bill Haley, dan lain-lain.

Namun, sebenarnya ada satu band rock lawas yang terlewatkan. The Tielman Brothers namanya. Sebuah band rock yang terdiri dari 4 anak muda asal Maluku. Band yang semula bernama TheTimor Rhytm Brothers lalu berubah menjadi The Four Tielman Brothers, dengan personil empat bersaudara Tielman: Andy(lead guitar, vocal), Reggie (rhytm guitar, vocal), Phonton (double bass, vocal), dan Loulou (drums, vocal). Mereka memulai kariernya di Surabaya sejak 1945.

Beruntung perjalanan karier keempat anak muda ini terbilang mulus sebab kedua orangtuanya, Herman Tielman dan Flora Lorine Hess tak cuma mendukung, tapi ikut bermain dan menjadi manager.

Di tahun 1956 TheTielman Brothers hijrah ke Breda, Belanda dan memulai karier rekaman di negeri kincir angin itu. Dari sanalah pada akhirnya The Tielman Brothers mulai menjajah musik rock di luar negeri dan memberikan pengaruh yang cukup dasyat di blantika musik rock pada saat itu. Penampilan mereka juga cukup memukau publik di Belanda khususnya dan Eropa pada umumnya. Bisa dibilang mereka lah yang pertama kali memulai atraksi panggung yang liar dan atraktif, seperti bermain gitar dan juga double bass sambil melompat atau berguling-gulingan, serta tentunya demo drums.

Kepindahan mereka ke negeri Belanda dengan membawa budaya tropis dan kecintaan kepada gitar ini ternyata melahirkan “Indo-Rock” yang terkenal itu. Ciri kuat Indo-Rock adalah dominasi gitar, instrumen yang dikenalkan orang-orang Portugis saat datang ke Hindia-Belanda sekitar abad ke-14. Permainan gitar ala Portugis yang akhirnya dikenal sebagai musik keroncong ini dipadukan oleh anak-anak Maluku itu dengan musik Hawaii, country, dan rock’n'roll yang mereka dengar dari radio-radio Amerika Serikat yang dipancarluaskan dari Filipina atau Australia.

Ada beberapa fakta yang sangat mengejutkan dari band ini. Jauh sebelum publik rock terpesona dan berdecak kagum dengan permainan gila gitaris Jimi Hendrix pada tahun 1967, salah satu personil TheTielman Brothers, Andy Tielman, sang frontman telah memulai teknik tersebut pada tahun 1956 atau 11 tahun sebelum Jimi Hendrix bereksperimen dengan gitarnya. Gaya Andy dan teknik gitarnya sangat memukau. Gitar yang dipetik menggunakan gigi, kaki, jauh mendahului Jimi Hendrix.

Konon, Paul McCartney ternyata mengagumi band ini dan terinspirasi The Tielman Brothers sebelum The Beatles terkenal pada awal 1960-an. Maklumlah, The Tielman Brothers telah membawakan lagu-lagu rock n roll jauh sebelum The Beatles muncul. Saat The Beatles manggung pertama kali di Jerman, grup band asal Inggris ini sempat melihat penampilan The Tielmans Brothers yang manggung menggunakan Hofner Violin bass. Dan saat itulah untuk yang pertamakalinya Paul melihat Bass Violin Hofner. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 strings. Fender sengaja mengirim representative-nya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans.

Di tahun 1958 TheTielmans Brothers punya 3 album yang jadi hits di seluruh dunia dan memiliki banyak Gibson Les Paul keluaran pertama yang baru di impor ke Belanda saat itu.

Dalam perjalanan sebuah band, tentunya ada kisah yang tidak menyenangkan pula, seperti halnya pergantian dan keluar masuknya personil band. Bagi The Tielman Brothers, hal itu bukanlah masalah sehingga bisa membuat band ini harus berhenti di tengah jalan. Yang ada malah prestasi yang luar biasa, dimana mereka bisa tetap eksis dan tampil di beberapa Negara di Eropa selain Belanda seperti Belgia dan Jerman.

Sayangnya, di tahun 1976 band ini dikabarkan bubar karena boleh dikatakan permainan musik mereka terkesan mandek dan tidak ada perkembangan alias kurang eksploratif. Mereka bermain musik di tataran yang itu-itu saja, dan itulah yang akhirnya membuat publik menjadi bosan. Begitupun, karya mereka sampai sekarang masih sangat digemari di luar negeri, terutama di Belanda.

Kini tinggal Andy Tielman saja yang masih eksis bermain musik dan tinggal di Belanda. Di usianya yang sudah semakin senja, Andy Tielman kini lebih banyak rekaman untuk lagu-lagu rohani dan sesekali tampil di publik Belanda dengan gitarnya. Tentu penampilannya tak bisa seliar dulu lagi. Namun pengaruh Indo-Rock dan histeria “Beatlemania” tak urung meletuskan pula revolusi musik rock Belanda pada tahun 1960-an, yang ditandai dengan kelahiran band-band Belanda yang bernyanyi dengan bahasa Inggris. Band-band yang ngetop yang ikut meramaikan persaingan di Eropa maupun dunia antara lain Golden Earring, Shocking Blue, The Outsiders, Cuby+ Blizzards, atau Focus.

HISTORY OF METAMORFANA

Hei,,,
I’m Prima Satria Putra, saya lahir di jambi,10-08-1993, saya anak pertamadari 3 bersaudara hidup saya bermula dari jambi, tepatnya di jalan flores no 192. Pada saat kelas 4 SD orang tua saya pindah ke Kuala Tungkal, di kuala tungkal saya bertemu dengan angga,alfizan,firdaus dan rudi. Setelah sekian lama kami berada di SMP kami pun berniat membuat sebuah band, dan akhirnya band kami pun terbentuk dengan nama Chiken band, hingga kelas 3 SMP, dan di akhir kelas 3 kami berniat untuk terus di dalam 1 band, hingga SMA, dan tiba-tiba saya,alfizan dan rudi di terima di SMA TITIAN TERAS, dan akhirnya kami berpisah, hingga kini aq msih teringat kepada mereka, dan akhirnya di TITIAN TERAS kami membuat band di TITIAN TERAS kami membuat band dengan nama METAMORFANA untuk mengenang mereka semua,

I MISS U ALL METAMORFANA IS THE BEST

Ini adalah profil band yang kami jadikan panutan “selamat membaca”
Avenged Sevenfold atau seringkali disingkat sebagai A7X adalah band beraliran rock yang berasal dari Huntington Beach, California.
City of Evil (2005-2007)

Tahun 2005, Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.
Avenged Sevenfold (2007-2008)
Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka. Tahun 2008 ini, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka. Tanggal 22 Oktober 2008, Avenged Sevenfold akan kembali manggung di Indonesia masih dengan event organizer yang sama yakni Java Musikindo dan kali ini band heavy metal Jibril didaulat menjadi band pembuka.
Live In The LBC & Diamonds in the Rough (2008-saat Ini)
Album yang dirilis pada 16 September, 2008 ini berisi 102 menit DVD dan 52 menit CD.
Di album ini terdapat dua lagu lama yaitu “Afterlife” dan “Almost Easy”. Namun kedua lagu tersebut tidak sama persis dengan lagu aslinya. Pada lagu “Afterlife” ditambahi permainan biola yang lebih banyak, sedangkan lagu “Almost Easy” yang berbeda adalah mixing lagunya. Selain itu terdapat juga lagu “Walk” yang merupakan cover dari Pantera dan “Flash of the Blade” yang merupakan cover dari Iron Maiden.

Pada tanggal 16 Juli, majalah Kerrang! (edisi 1219) mengeluarkan sebuah CD gratis berjudul “Maiden Heaven: A Tribute to Iron Maiden” untuk menghormati album dari salah satu band heavy metal terbesar di dunia yaitu Iron Maiden. Matt Shadows berkomentar, “Maiden are by far the best live band in the world and their music is timeless,” dan “This also gives us a chance to expose this great song to some of our younger fans who maybe aren’t as familiar with Iron Maiden.”

this their picture

dan dirinya

yang beranggotakan:
1. M. Shadows: Matthew Charles Sanders (lahir 31 Juli 1981; umur 27 tahun; lebih dikenal dengan nama M. Shadows) adalah penyanyi dari grup musik Avenged Sevenfold.
2. Synyster Gates: Brian Elwin Haner, Jr. (lahir di Huntington Beach, California, Amerika Serikat, 7 Juli 1981; umur 28 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Synyster Gates adalah seorang musisi dan gitaris untuk grup musik Avenged Sevenfold.
3. Zacky Vengeance: Zachary James Baker (lahir 11 Desember 1981; umur 27 tahun; lebih dikenal dengan nama Zacky Vengeance) adalah seorang pemain gitar dan penyanyi latar dari grup musik Avenged Sevenfold.
4. The Rev: James Owen Sullivan, (lahir 9 Februari 1981; umur 28 tahun; lebih dikenal dengan nama The Rev atau The Reverend Tholomew Plague) adalah seorang drummer sekaligus penyanyi latar untuk grup musik Avenged Sevenfold. The Rev juga sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

  • QalEnDer IsLaMi

  • IsLamIIIIIIIcc CeeLLoooCCCkkkk

  • AAssMmAaUl HHussNNa

    Asmaul Husna
  • IsLLLLLlllAAAmmmicc WWidgetssssssss

  • HHHeeelllOOOO

  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.